Hasan Al Banna

Hasan Al Banna rahimahullah merupakan sosok pejuang Islam yang relatif lengkap. Hasan Al Banna ialah sebagai juru dakwah dan seorang mujahid. Pada tulisan ini saya akan berbagi tulisan dari seorang penulis besar, Muhammad Abdullah Al Khatib. Dengan hati-hati beliau mengingatan kita dalam pendahulunya: "Di setiap jaman dan waktu kami senantiasa menghormati dan menghargai jerih payah yang telah dilakukan para tokoh Islam sepanjang sejarah, tetapi tidak mengkultuskan mereka." Artinya pembaca hendaklah jangan salah paham. Penulisan riwayat hidup Hasan Al Banna bukanlah untuk mengembangkan sikap memuji apalagi untuk mengkultuskan seorang manusia. Ia hanya sebuah upaya memperkenalkan kepada umat, generasi quran-generasi muda Islam khususnya. Sepanjang sejarah ada sosok-sosok pengikut uswatun khasanah (teladan utama), Nabi Muhammad SAW, yang patut kita jadikan pelajaran, tak terkecuali dari sosok mujahid Hasan Al Banna.

Hasan Al Banna seorang juru dakwah
Hasan Al Banna sebagai seorang juru dakwah sudah banyak memberi peran bagaikan seorang mujaddid (pembaharu). Pembaru yang bermanfaat, bukan pembuat bid'ah yang sesat dan menyimpang dari Al Quran dan As Sunnah. Pembaru dalam hal tajdid ruhul muslimin (pembaruan spirit kaum muslimin). Dengan dakwahnya, Hasan Al Banna mampu memperbarui semangat kaum muslimin yakni supaya mempunyai pandangan dan mampu berinteraksi dengan realitas kehidupan yang hanya dilandasi dengan nilai-nilai ajaran agama Allah, Al Islam, bukan selainnya. Beliau Hasan Al Banna rahimahullah dalam perjalanan dakwahnya telah berhasil memadukan antara hukum-hukum syariah dengan tuntutan zaman; antara cita-cita melangit seorang muslim dengan pandangan realistis di lapangan.

Hasan Al Banna mengajak kepada kaum muslimin kepada syumuliyatul Islam (integralitas Islam). Pada saat semakin banyak kaum muslimin yang menjalankan Islam secara parsial dan sektoral, beliau tampil mengingatkan bahwa Islam merupakan ajaran sempurna yang datang dari Yang Maha Sempurna, Allah SWT. Tidak akan mungkin Islam pengertiaannya hanya dibatasi pada urusan akhlak sebagaimana dipahami oleh para penggemar urusan akhlak. Atau dibatasi pengertiannya hanya pada urusan ibadah semata. Hasan Al Banna rahimahullah mengatakan: "Islam adalah sistem syamil (menyeluruh) yang menyentuh seluruh segi kehidupan. Ia adalah negera dan tanah air, pemerintah dan ummat, akhlak dan kekuatan, kasih sayang dan keadilan, peradaban dan undang-undang, ilmu dan peradilan, materi dan sumber daya alam, penghasilan dan kekayaan, jihad dan dakwah, pasukan dan fikrah (ideologi), sebagaimana ia adalah akidah yang lurus dan ibadah yang benar, tidak kurang dan tidak lebih." Begitu besarnya perjuangan dakwah sosok Hasan Al Banna!

Seruan Hasan Al Banna
Salah satu seruan strategis Hasan Al Banna menyadarkan kaum muslimin mengenai grand design program untuk membangun masa depan kejayaan Islam. Dalam uraian beliau mengenai maratib al amal al Islamiy (tertib amal Islami), Hasan Al Banna berkata: "Adapun tingkatan amal yang dituntut dari saudara muslim yang tulus adalah:

1.  Ishlahun nafs (perbaikan diri sendiri)
2.  Takwin baitul muslim (pembentukan keluarga muslim)
3.  Irsyadul mujtama' (pembimbingan masyarakat)
4.  Tahrirul wathan (pembebasan tanah air) dari setiap penguasa asing (non-muslim)
5.  Ishlahul hukukah (perbaikan keadaan pemerintah) sehingga menjadi pemerintahan Islam yang baik
6.  Iqamatul khilafah (mengembalikan tegaknya kekuasaan khilafah) yang sudah hilang dan mewujudkan persatuan yang dimimpikan semua umat)
7.  Ustadziyatul alam (penegakan kepemimpinan dunia) dengan penegakan dakwah Islam di seluruh negeri.

Satu lagi karya brilian yang dikembangkan Hasan Al Banna adalah manhaj at takwin wat tarbiyyah (konsep kaderisasi dan pembinaan). Tarbiyah merupakan sebuah sistem dan proses pendidikan, pembentukan, pembinaan yang diwariskan Hasan Al Banna kepada generasi pengemban dakwah Islam. Silakan pembaca tilik nasehat ulama pada postingan sebelumnya. Inilah sedikit mengenai sosok Hasan Al Banna.